Sejarah dan Profil Teknik Metalurgi ITB

Sejarah

Program Studi Teknik Metalurgi resmi dibuka di ITB pada bulan Juni 2006 dibawah Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM). Sebelumnya, sejak pertengahan tahun 1960-an, pendidikan metalurgi telah diajarkan di Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Industri, ITB, sebagai option atau sub-jurusan bersama-sama dengan Option Tambang Eksplorasi dan Option Tambang Umum. Ketika kemudian Fakultas Teknologi Mineral berdiri dan selanjutnya kemudian berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral, Option Metalurgi masih tetap di bawah Jurusan/Departemen Teknik Pertambangan, dengan kurikulum yang telah berbeda dengan option yang lain sejak tahun ke dua atau semester 3.

Rencana pendirian program studi ini sebenarnya telah dirintis cukup lama yaitu sejak awal tahun 70-an oleh para dosen senior metalurgi di Jurusan Teknik Pertambangan ITB waktu itu, seperti Prof. Waryono Soemodinoto, Prof. Waspodo Martojo, Prof. Djamhur Sule, Ir. Alwi Ibrahim, Ir. Durban L. Ardjo, M.Sc., Dr. Rozik B. Soetjipto dan Prof.. Faraz Umar. Dasar pemikiran saat itu adalah perlunya sebuah program studi yang memberikan kompetensi kepada lulusannya di bidang metalurgi secara utuh. Itulah sebabnya sejak tahun 70-an, kurikulum yang disusun di Option Metalurgi, Jurusan/Departemen/Program Studi Teknik Pertambangan ITB telah mengakomodasi pengertian metalurgi yang utuh, sehingga lulusannya telah membuktikan dapat bekerja dengan baik di berbagai industri mulai dari industri pengolahan mineral, pencucian batubara dan ekstraksi logam di perusahaan pertambangan hingga industri peleburan logam, industri baja dan manufaktur.

Secara intensif rencana pendirian Program Studi Teknik Metalurgi dimulai pada tahun 1998. Sejak saat itu pembahasan di tingkat Jurusan atau Departemen (Majelis Jurusan atau Majelis Departemen), Fakultas (Senat Fakultas) dan ITB (Senat Akademik dan Majelis Wali Amanat) berlangsung sangat alot, terutama karena telah ada Program Studi Teknik Material di Fakultas Teknologi Industri. Namun dari berbagai diskusi telah disepakati bahwa tumpang tindih bidang kajian antara kedua program studi ini adalah pada metalurgi fisika.

Beberapa catatan penting mengenai perjalanan pembukaan Program Studi Teknik Metalurgi dari Departemen Teknik Pertambangan FIKTM-ITB tersebut diantaranya adalah mendapat dukungan dari dua program studi yang direkomendasi oleh Senat Akademik ITB, yaitu Program Studi Fisika pada tanggal 16 Juni 2004 dan Program Studi Teknik Material pada tanggal 26 Juli 2004. Selanjutnya mendapat persetujuan dari Senat Akademik ITB melalui Surat Keputusan No. 69/SK/K01.SA/2004, pada tanggal 31 Desember 2004. Persetujuan dari Majelis Wali Amanah ITB diperoleh pada tanggal 22 Mei 2006, dan kemudian akhirnya pembukaan secara resmi berdasarkan Keputusan Rektor ITB, No 123/SK/K01/OT/2006, tanggal 9 Juni 2006.

 
Profil

Teknik Metalurgi adalah bidang ilmu yang menggunakan prinsip-prinsip keilmuan fisika, matematika dan kimia serta proses enjiniring untuk menjelaskan secara terperinci dan mendalam fenomena-fenomena proses pengolahan mineral (termasuk pengolahan batubara), proses ekstraksi logam dan pembuatan paduan, hubungan perilaku sifat mekanik logam dengan strukturnya, fenomena-fenomena proses penguatan logam serta fenomena-fenomena kegagalan dan degradasi logam. Ketiga ilmu dasar sains digunakan dalam mengembangkan tiga sektor dasar dalam Body Knowledge Metalurgi yang meliputi Metalurgi Kimia, Metalurgi Fisika dan Enjiniring Proses.

Lingkup bidang metalurgi ini sedemikian luas, dimulai dari pengolahan bahan galian, ekstraksi logam dan pemurniannya, pembentukan dan perlakuan panas logam, teknologi perancangan dan pengoperasian sistem-sistem metalurgi hingga fenomena kegagalan struktur logam akibat beban mekanik dan degradasi logam akibat berinteraksi dengan lingkungannya termasuk pengendaliannya, serta teknologi daur ulang. Oleh karena itu dalam pengembangannya di Institut Teknologi Bandung, bidang keilmuan metalurgi ini dikembangkan dengan melibatkan topik-topik dasar tersebut diatas secara terintegrasi dalam jabaran kurikulum.

Kurikulum Program Studi Teknik Metalurgi didisain untuk menyediakan sarjana metalurgi dengan kompetensi sebagai berikut :

  1. Pemahaman dan keterlibatan atas etika profesional, integritas, dan tanggung jawab.
  2. Sadar akan kebutuhan dan keterlibatan untuk belajar secara mandiri dan selama seumur hidup.
  3. Mampu untuk menerapkan pengetahuan matematika, ilmu pengetahuan alam, dan rekayasa.
  4. Pengetahuan dan kemampuan untuk mengolah mineral, mengolah dan meningkatkan kualitas batubara, mengekstrak dan memurnikan logam, mendaur ulang logam, memadukan logam, membentuk logam, melakukan perlakuan panas, dan mengendalikan korosi.
  5. Mampu untuk mengidentifikasi, memformulasi, dan menyelesaikan permasalahan keteknikan dalam batasan-batasan tertentu.
  6. Mampu untuk merancang pabrik pengolahan mineral, pabrik pencucian dan pengolahan batubara, pabrik ekstraksi metalurgi, dan perancangan paduan logam.
  7. Mampu untuk merencanakan dan melakukan percobaan dan menggunakan teknik terkini untuk menyelesaikan permasalahan keteknikan dan yang berhubungan dengan keahlian.
  8. Mengetahui dan memahami mengenai peran keinsinyuran dalam lingkup global, ekonomi, ekologi, dan sosial.
  9. Mampu berkomunikasi meliputi presentasi, menulis laporan, dan berdebat.
  10. Mampu bekerja dalam tim.