Single Blog Title

This is a single blog caption
30 Agu 2025

Prof. Zulfiadi Zulhan Menjadi Keynote Speaker di ICSTI 2025, Beijing

/
Posted By
/

Beijing, 25–29 Agustus 2025 – Prof. Dr. Zulfiadi Zulhan menjadi salah satu Keynote Speaker pada ajang internasional bergengsi ICSTI 2025 (the 10th International Congress on the Science and Technology of Ironmaking) yang diselenggarakan di Beijing, Tiongkok. Forum ilmiah ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi industri dari berbagai negara untuk bertemu kembali, bertukar gagasan, serta memperkuat kolaborasi global dalam mewujudkan proses produksi besi dan baja yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

ICSTI 2025 membahas spektrum topik yang sangat luas dan mutakhir, meliputi:

  • Optimasi dan peningkatan efisiensi proses konvensional (sintering, pelletizing, cokemaking, blast furnace),
  • Eksplorasi mekanisme fundamental dalam proses metalurgi,
  • Injeksi coke oven gas (COG), biomassa, dan hidrogen ke dalam blast furnace,
  • Pengembangan konsep O₂-blast furnace,
  • Pemanfaatan COG dan hidrogen pada direct reduction plants,
  • Peleburan H₂-DRI dalam Electric Arc Furnace (EAF) dan Electric Smelting Furnace (ESF),
  • Isu refraktori,
  • Rute alternatif produksi besi dan baja seperti elektrolisis dan hydrogen plasma,
  • Serta tema-tema baru seperti modeling, automation, dan digital twin technologies untuk sistem ironmaking modern.

Sebagai keynote speaker, Prof. Zulfiadi Zulhan menegaskan pentingnya transisi menuju low-carbon dan green metallurgy, khususnya melalui pengembangan teknologi berbasis hidrogen, termasuk hydrogen plasma smelting reduction (HPSR), sebagai salah satu jalur strategis menuju dekarbonisasi industri besi dan baja global.

Dalam konferensi ini, Prof. Zulfiadi Zulhan juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan para ilmuwan dan tokoh terkemuka dunia di bidang metalurgi dan ironmaking, antara lain: Prof. Tianjung Yang, Prof. Jianliang Zhang, Prof. Fumitaka Tsukihashi, Prof. Johannes Schenk, Prof. Kejiang Li, Prof. Eiki Kasai, Prof. Xiaojun Hu, Prof. Hua Zhang Guo, Prof. Yansong Shen (沈岩松), Prof. Liming Lu, Prof. Yongxiang Yang, Dr. Pontus Sjöberg, Prof. Jian Pan, Prof. Deqing Zhu, Prof. Sung-Mo Jung, Prof. Tom Honeyands, Prof. Arash Tahmasebi, Dr. Nathan Barrett, Prof. Ko-ichiro Ohno, Prof. Alberto Conejo, Prof. Evgueni Jak, Prof. Yasuo Kishimoto, Prof. Leili Tafaghodi, Dr. Chuan Wang, Prof. Mauricio Covcevich Bagatini, Dr. Oleksii Merkulov, Mr. Ayush Badaya, Mr. Devendra Nama, Mr. Giulio de Medeiros, dan Ms. Sara Arakawa, serta banyak peneliti dan profesional lainnya dari berbagai negara.

Rangkaian kegiatan ICSTI 2025 juga dilengkapi dengan kunjungan akademik ke University of Science and Technology Beijing (USTB) pada 29 Agustus 2025, termasuk kunjungan ke fasilitas laboratorium riset. Kegiatan ini ditutup dengan kunjungan budaya ke Forbidden City dan jamuan makan malam bersama, didampingi oleh mahasiswa doktoral USTB, Ms. Yushan Bu.

Pada hari terakhir (30 Agustus 2025), Prof. Zulfiadi Zulhan juga menyempatkan diri melakukan aktivitas informal berupa jogging di sekitar Bird’s Nest Stadium, sekaligus bertemu dengan alumni Teknik Metalurgi ITB yang baru menyelesaikan program magang di berbagai institusi dan pabrik aluminium di Shenyang dan Yingkou, sebelum kembali bersama-sama ke Indonesia.

Prof. Zulfiadi Zulhan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Jianliang Zhang dan Prof. Kejiang Li selaku penyelenggara ICSTI 2025, serta kepada Prof. Jianliang Zhang atas fasilitasi registrasi konferensi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada:

  • PT. Dexin Steel Indonesia,
  • PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP),
  • Bapak Achmanto Mendatu, atas dukungan dalam bentuk pembiayaan perjalanan dan akomodasi.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Mr. Feng Zhou atas pendampingan dari bandara menuju lokasi konferensi serta pengaturan transportasi kembali ke bandara.

Kehadiran Prof. Zulfiadi Zulhan sebagai Keynote Speaker ICSTI 2025 menegaskan peran aktif Indonesia, khususnya ITB, dalam percaturan riset global di bidang ironmaking, green steel, dan teknologi metalurgi berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam pengembangan teknologi industri baja rendah karbon di masa depan.