Kuliah Tamu: Proses dan Teknologi Produksi Nikel Matte di PT Vale Indonesia

BANDUNG, metallurgy.itb.ac.id – Saat ini logam nikel merupakan salah satu logam yang sangat dibutuhkan. Selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan baja tahan karat (stainless steel), penggunaan nikel yang sedang dikembangkan adalah sebagai bahan baku pembuatan baterai untuk mobil listrik.  Pada hari Jumat, 28 September 2018 salah satu perusahaan nikel di Indonesia  ̶  PT Vale Indonesia Tbk   ̶   memberikan kuliah tamu yang dibawakan oleh Bapak Irwan Zulfikar (TA-Met’97) di Ruang Seminar Teknik Pertambangan/Teknik Metalurgi. Kuliah tamu kali ini dihadiri oleh mahasiswa Teknik Metalurgi.

PT Vale Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan dari Vale, sebuah perusahaan pertambangan global yang berkantor pusat di Brasilia. PT Vale Indonesia mengoperasikan tambang nikel open pit dan pabrik peleburan nikel di Sorowako, Sulawesi, sejak tahun 1978. Saat ini, PT Vale Indonesia menjadi salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia dan menyumbang sekitar 5% pasokan nikel dunia. Bijih yang ditambang di PT Vale Indonesia ini adalah bijih nikel laterit, kemudian diolah menjadi nikel matte, yang selanjutnya dikirim ke konsumen tetap di Jepang.

Secara umum, proses pengolahan bijih nikel laterit pada PT Vale Indonesia ini meliputi proses pengeringan (drying), kalsinasi, peleburan (smelting), dan converting. Pada proses drying dilakukan dalam rotary dryer untuk menghilankan kadar air permukaan (moisture) dari 40% menjadi 20%. Kemudian pada proses kalsinasi dilakukan dalam rotary kiln untuk penghilangan moisture menjadi 0%, penghilangan air kristal (crystal water), reduksi logam oksida dan sulfidisasi. Selanjutnya proses smelting dalam tanur listrik (electric furnace / SAF) adalah peleburan kalsin dari rotary kiln pada temperatur operasi 1500 °C untuk menghasilkan matte dan terak (slag). Matte yang dihasilkan dari tanur listrik mengandung besi sekitar 50% sehingga matte perlu dimurnikan dengan proses oksidasi dengan udara untuk menurunkan kadar besi menjadi 0,3%. Proses ini dilakukan di converter  terutama untuk meningkatkan kadar nikel dari sekitar 25% menjadi 76-80% dalam matte.

Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab dibuka dan mahasiswa sangat antusias bertanya pada kesempatan yang telah diberikan. Beberapa mahasiswa yang bertanya dan menjawab pertanyaan diberikan souvenir dari PT Vale Indonesia berupa kaos polo, mug, flashdisk, dan masih banyak lainnya.

Di akhir kuliah tamu, Bapak Irwan memberikan pesan kepada mahasiswa:

  1. saat ini teknologi sudah semakin maju, softskill perlu ditingkatkan dan harus menguasai software.
  2. non technical skill tidak kalah dibutuhkan di dunia industri pada saat berkerja seperti diagram fasa, termodinamika, mass balance.
  3. Selain itu, komunikasi dan team work juga menjadi hal yang penting di dunia kerja.”

Berita Terkait