Ir. Sugeng Wibowo Sampaikan Pentingnya K3L di Industri Metalurgi dalam Kuliah Tamu Teknik Metalurgi ITB

Pada hari Jumat, 1 September 2018 pukul 14:00 WIB di Ruang Seminar Teknik Pertambangan/Teknik Metalurgi diadakan kuliah tamu. Kuliah tamu pada kali ini menghadirkan Ir. Sugeng Wibowo (TA-MET ’87) dari Smelting Gresik Smelter and Refinery sebagai pembicara. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa Teknik Metalurgi ITB angkatan 2015, 2016, dan 2017. Dengan mengangkat topik “K3L di Industri Metalurgi”, Pak Sugeng menjelaskan mengenai K3L terutama di industri tempat beliau bekerja. “K3L ini di PT Smelting merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Dengan adanya K3L, maka kita dapat memastikan keselamatan dan kesehatan kerja kepada semua orang yang bekerja dengan tujuan untuk mencapai nol kecelakaan dan penyakit akibat kerja.”, paparnya.

Menurut penjelasan Ir. Sugeng, K3L juga penting bagi operasional dalam perusahaan karena telah diatur oleh UU no 1/1970 Tentang Keselamatan Kerja, PP 50/2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen K3, dan Kepmenaker no. 245/1990 Tentang Hari dan Bulan K3. “Jadi pada 12 Januari-12 Februari terdapat peringatan Bulan K3. Di PT. Smelting waktu-waktu tersebut diisi dengan diklat serta kegiatan edukatif lainnya yang menyangkut K3 untuk para pekerja kita. Selain itu, K3 berdampak poisitif dalam aspek bisnis karena dapat meningkatkan semangat karyawan sehingga produktivitas dapat meningkat”, jelasnya.

Analisis risiko mengenai K3 di PT. Smelting memiliki 2 metode yaitu Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification Risk Assessment Control (HIRARC). Kedua metode tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi, kemungkinan risiko yang akan terjadi, serta melakukan tindakan perbaikan. “Analisis tersebut dibuat per pabrik. Jadi contohnya pada pabrik smelter itu kami analisis bahayanya apa saja lalu di pabrik asam sulfat serta pabrik limbah juga kami lakukan hal sama. Sehingga analisis kami buat berdasarkan tempat karena masing-masing tempat memiliki risiko yang berbeda-beda.”, ungkapnya.

Ir. Sugeng juga menjelaskan dampak yang akan terjadi jika K3 disuatu perusahaan tidak diperhatikan dengan baik. “Yang jelas akan mengganggu operasional karena jika terjadi kecelakaan kerja maka di daerah yang terjadi kecelakaan kerja tersebut harus menghentikan produksinya sementara untuk memeriksa apa penyebab kecelakaan tersebut terjadi. Selain itu citra perusahaan juga dapat menurun jika di perusahaan tersebut sering terjadi kecelakaan kerja.”, jelasnya.

Di akhir pertemuan kali ini, Ir. Sugeng memiliki pandangan bahwa materi K3L harus diketahui oleh seluruh mahasiswa Teknik Metalurgi ITB yang nantinya akan masuk ke dunia industry. “Matakuliah K3L harus dipahami oleh mahasiswa karena metallurgist kelak akan bekerja di industri. Budaya untuk mengutamakan keselamatan harus ditanamkan karena pekerja Indonesia sering mengabaikan hal tersebut.”, tuturnya.

Berita Terkait